Harga Pertamax Meroket 32%, BADKO HMI MPO SULTRA Tuntut Transparansi dan Penjelasan Pemerintah

Ketua BADKO HMI MPO SULTRA, La Ode Sapiansya, menegaskan bahwa lonjakan harga di atas 30 persen ini merupakan hantaman keras yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.

“Naiknya harga BBM itu berdampak langsung ke rakyat. Jadi wajar kalau kami minta pemerintah jelaskan alasannya dengan data, bukan cuma pengumuman. Jika alasannya adalah pergerakan harga minyak dunia, tunjukkan formulasinya secara transparan agar rakyat paham, bukan dipaksa menerima begitu saja,” ujar La Ode Sapiansya dalam keterangan resminya di Kendari.

Analisis Dampak: Migrasi Massal Konsumen dan Ancaman Kelangkaan Pertalite
Secara kritis, BADKO HMI MPO SULTRA tidak hanya menyoroti angka kenaikan Pertamax, melainkan ancaman nyata yang akan terjadi di hulu SPBU: Kelangkaan Pertalite.

Dengan selisih harga yang kini terlampau jauh antara Pertalite (BBM penugasan) dan Pertamax yang menyentuh angka Rp 16.250, kelas menengah pengguna kendaraan dipastikan akan melakukan shifting atau migrasi massal ke Pertalite untuk menghemat pengeluaran bulanan.

Baca Juga  Gubernur Sultra Sambut Wamendagri Di Bandara Halu Oleo