Pada akhirnya, maraknya akun anonim di era digital bukan lagi sekadar persoalan identitas yang disembunyikan, tetapi juga persoalan tanggung jawab dalam menggunakan kebebasan.
Media sosial seharusnya menjadi ruang untuk berdialog, bertukar gagasan, dan menyampaikan kritik yang membangun, bukan tempat berlindung untuk menyebarkan kebencian dan fitnah.
Kebebasan berekspresi memang merupakan hak setiap individu, tetapi hak tersebut tidak boleh digunakan secara berlebihan hingga merugikan orang lain.
Jika anonimitas terus dijadikan tameng untuk melakukan tindakan yang melanggar etika dan hukum, maka kebebasan itu benar-benar telah kebablasan.
Sudah saatnya masyarakat digital membangun kesadaran bahwa kebebasan tanpa tanggung jawab hanya akan melahirkan kekacauan di ruang publik.






Comment