Sudah Saatnya Pelayanan Kesehatan di Butur Berbenah

Dalam banyak kasus, keluhan masyarakat bukan hanya soal keterlambatan pelayanan, tetapi juga sikap petugas yang dianggap kurang ramah atau kurang responsif. Padahal, dalam situasi sakit, pasien dan keluarga sangat membutuhkan pendekatan yang manusiawi.

Di sisi lain, sarana dan prasarana juga menjadi faktor krusial. Ketersediaan ambulans yang layak dan siap digunakan 24 jam, kecukupan obat-obatan, serta kelengkapan alat medis dasar harus menjadi standar minimal yang tidak boleh diabaikan.

Tidak boleh ada lagi kasus di mana pasien harus menunggu lama atau mencari alternatif lain hanya karena fasilitas yang tidak siap.

Lebih jauh, sistem pelayanan juga perlu dibenahi agar lebih efektif dan efisien. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, alur pelayanan yang sederhana, serta pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi layanan. Pelayanan kesehatan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Momentum sorotan terhadap Puskesmas Bonegunu dan Puskesmas Labaraga seharusnya menjadi titik balik bagi Pemerintah Kabupaten Buton Utara untuk melakukan reformasi pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga  Di Kalibu, Satu Desa Dua Pasar: Antara Kepentingan Desa Dan Pribadi