Menurutnya, diperlukan inovasi dan kolaborasi dalam mencari sumber pembiayaan guna mendukung pembangunan jalan yang menjadi kewenangan kabupaten.
“Kuncinya inovasi di lapangan. Dengan keterbatasan yang ada, kita bisa memaksimalkan sumber-sumber pendanaan lainnya, termasuk yang bersumber dari APBN, untuk mengatasi persoalan jalan kabupaten,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres fisik pekerjaan preservasi ruas jalan Wamboule–Lanosangia telah mencapai 100 persen. Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai membawa dampak positif bagi aktivitas masyarakat.
Salah seorang warga mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jalan tersebut. Selain mengurangi debu, kondisi jalan yang lebih baik juga memangkas waktu tempuh perjalanan.
“Masyarakat sangat bersyukur karena jalan ini sudah dibangun. Sekarang tidak lagi berdebu dan waktu tempuh menjadi lebih cepat. Meski masih tersisa beberapa kilometer menuju Labuan, harapan kami jalan penghubung Kulisusu Utara hingga Wakorumba Utara bisa dibenahi tahun ini,” ungkapnya.








