UTARAKLIK.COM, BUTUR – Polemik aktivitas kapal pelingkar di perairan Waode Buri, Kabupaten Buton Utara, semakin mendapat perhatian. Persoalan tersebut kini turut menyeret keberadaan Pelabuhan Buranga yang dinilai memiliki arti penting bagi masyarakat Kecamatan Bonegunu.
Pemuda asal Bonegunu sekaligus putra asli Kioko, Azhar Sastraharja atau yang akrab disapa La Ntaru, dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap segala upaya pemindahan maupun pengalihan fungsi Pelabuhan Buranga.
Menurut Azhar, persoalan aktivitas kapal pelingkar dari luar daerah tidak semestinya berujung pada pengorbanan masyarakat Bonegunu maupun keberadaan pelabuhan yang selama ini menjadi bagian penting bagi wilayah tersebut.
“Saya akan menantang bagi siapa yang mau pindahkan pelabuhan kami di Buranga. Pelabuhan kami adalah salah satu wujud rasa syukur dan merupakan pelabuhan bersejarah bagi kami yang ada di Bonegunu,” ujar Azhar saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Ia menegaskan, Bonegunu juga memiliki masyarakat nelayan yang menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, kepentingan masyarakat pesisir Bonegunu menurutnya harus menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan pemerintah terkait aktivitas pelabuhan dan perairan.







