Menagih Keadilan Hilirisasi: Kembalikan Pabrik Aspal Buton ke Tanah Buton, Bukan di Karawang

Selain itu jika alasan Logistik adalah merupakan alasan yang dipaksakan: Misalnya Alasan efisiensi logistik karena dekat dengan jalan tol di Jawa adalah logika yang keliru. Karena Kebutuhan aspal nasional tersebar dari Sabang sampai Merauke. Membawa bahan baku dari Buton ke Jawa Barat, lalu mengirimnya kembali ke Wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang membutuhkan Aspal Buton tersebar di Pulau Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara untuk pembangunan jalan nasional, jalan Provinsi, jalan Kab/Kota dan jalan Desa adalah inefisiensi yang nyata. Posisi Pulau Buton sangat strategis berada di posisi strategis nasional untuk ke Wilayah Barat dan Timur Indonesia.

Kemudian hal tersebut juga akan Mematikan Potensi Lokal, karena di Buton terdapat aset infrastruktur dan pabrik milik BUMN (seperti milik PT WIKA) yang sudah ada namun belum dioptimalkan dan Pabrik tersebut sudah lama dibangun bahkan Bapak Jokowi pernah melihat langsung saat berkunjung di Pulau Buton tahun 2022. Selain itu ada pula Pabrik Aspal Buton milik Swasta Nasional, yaitu PT KPA yang memproduksi Aspal ekstraksi dan sudah pernah digunakan sebagai bahan pengaspalan jalan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pengaspalan Jalan di IKN Kaltim, dan saat ini berhenti berproduksi bahkan telah merumahkan karyawannya sejak tahun 2025.

Baca Juga  Pemprov Sultra Raih Opini WTP dari BPK RI