Karena itu, pemerintah saat ini memprioritaskan program-program yang benar-benar mendesak dan paling dibutuhkan masyarakat, seperti infrastruktur dasar, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sosial lainnya.
Efisiensi anggaran bukan berarti pembangunan berhenti. Justru, langkah ini menunjukkan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan daerah agar APBD tetap sehat dan pembangunan dapat terus berjalan secara bertahap.
Dalam situasi keterbatasan, pemerintah dituntut untuk lebih cermat, efektif, dan tepat sasaran dalam menggunakan setiap rupiah anggaran.
Di tengah tantangan tersebut, pemerintahan Afirudin–Rahman tetap menunjukkan komitmen untuk terus membawa Buton Utara ke arah yang lebih maju.
Upaya menarik bantuan dari pemerintah pusat, mendorong investasi daerah, serta memperjuangkan pembangunan jalan, irigasi, dan program strategis lainnya merupakan bukti bahwa pemerintah tetap bekerja untuk kepentingan masyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk melihat persoalan ini secara bijak. Beban utang Dana PEN masa lalu memang menjadi tantangan besar, namun dengan dukungan masyarakat dan tata kelola anggaran yang baik Buton Utara tetap memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan maju.






Comment