“Mimpi Kalibu ini menjadi desa mandiri. Tahun ini insya Allah bisa jadi desa mandiri dan dana desa bertambah. Mari kita berjuang bersama untuk kemajuan desa supaya legalitasnya jelas dan pasar bisa tertib,” ujarnya.
Menurut Asni, masyarakat sebenarnya sangat dirugikan apabila aktivitas ekonomi besar tidak memberikan kontribusi terhadap desa.
“Hasilnya nanti kembali juga ke desa. Jadi masyarakat bukan hanya pejuang ekonomi, tapi juga pejuang pembangunan desa,” katanya.
Ia juga menyoroti pasar pribadi yang disebut telah berjalan selama sembilan tahun namun dinilai tidak memberikan manfaat terhadap pendapatan desa.
“Pasar sebelumnya sudah berjalan sembilan tahun, tapi hasilnya nihil. Kita fokus satu pasar melalui BUMDes. Saya berpihak ke BUMDes, bagaimana Desa Kalibu punya pendapatan sendiri melalui BUMDes,” ungkapnya.
Selain itu, Asni meminta adanya komitmen bersama dari masyarakat dan pedagang untuk mendukung keberadaan pasar desa resmi agar dapat berjalan lebih baik ke depan.
“Kita sudah komitmen satu pasar. Pertama BUMDes lakukan komunikasi dengan pedagang, kedua soal sanitasi disiapkan, ketiga penataan pasar,” jelasnya.








