“Dari awal pembentukan pasar desa ini lewat musyawarah, jadi semua keputusan juga harus lewat musyawarah. Makanya hari ini kita lakukan pertemuan lagi,” jelasnya.
Saat dimintai pendapat dalam forum tersebut, mayoritas masyarakat yang hadir secara tegas menyatakan hanya menginginkan satu pasar desa resmi yang dikelola BUMDes.
“Satu pasar titik!” teriak warga serentak dalam ruang rapat musyawarah.
Sunartin juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Kalibu kini lebih percaya diri mengambil langkah karena pasar desa telah memiliki legalitas yang jelas.
“Hari ini saya berani bicara karna sudah lengkap. Saya butuh kesabaran ibu-ibu. Kemarin sudah bersurat dengan pak sekda dan pak bupati. Tanggapan sekda beliau juga angkat tangan. Harus pak Bupati kalau yang begini. Langsung kita ke pak Bupati, tapi belum sempat kita ketemu sudah masuk di mobil dan kerujab. kita kerujab tapi pak bupati banyak tamunya”, ujarnya.
“Kami hanya menerima info dari pramu. Katanya tunggu pak Bupati pulang dari kendari. Akan rapatkan masalah ini”, katanya.








