“Saat ini kita uji coba dulu lima tahun. Pasar desa ini dikelola BUMDes. PADes-nya bapak ibu sendiri yang akan rasakan, hasilnya kembali ke masyarakat”, jelasnya.
Bahkan, Ilman menyebut hasil uji coba pengelolaan pasar desa dalam satu bulan terakhir hampir mencapai dua digit juta rupiah.
“Kemarin baru uji coba hampir dua digit hasilnya dalam satu bulan, padahal masih ada dua usaha pasar. Coba kalau hanya satu pasar saja, jelas dua digit. Kalau setahun bisa tiga digit. Padahal ternyata bunyi juga ini”, katanya.
Sementara itu, PJ Kepala Desa Kalibu, Sunartin, membenarkan adanya warga yang datang ke rumahnya membahas polemik pasar pribadi tersebut.
“Kemarin ada Pak Lajangku datang ke rumah. Saya dengar mereka memperjuangkan soal itu. Mereka ingin bergabung juga dengan desa, hanya saja yang datang bukan pemilik lahannya langsung,” ungkap Sunartin.

Menurutnya, sejak awal pembentukan pasar desa dilakukan melalui mekanisme musyawarah bersama masyarakat, sehingga setiap keputusan terkait keberadaan pasar harus dikembalikan melalui forum musyawarah desa.








