
Selain penanganan jangka pendek, pemerintah daerah juga terus mengupayakan pembangunan infrastruktur irigasi utama sebagai solusi jangka panjang. Pembenahan dilakukan mulai dari saluran tersier hingga bendungan utama.
Wakil Bupati Rahman menegaskan, persoalan infrastruktur pengairan menjadi perhatian pemerintah daerah agar ancaman gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan.
“Kami berkomitmen menyelesaikan persoalan infrastruktur pengairan ini. Mulai dari saluran tersier di tingkat petani hingga bendungan utama, semua akan kita kejar agar ancaman gagal panen akibat kemarau bisa kita tekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Buton Utara Muh. Martin Nasir, SP., MMA., mengatakan Desa Waode Angkalo merupakan salah satu wilayah yang menjadi perhatian karena mengalami dampak kekeringan cukup signifikan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Buton Utara, sekitar 92,5 hektare sawah di kawasan tersebut mengalami penurunan debit air. Sementara total luas sawah yang terdampak kekeringan di Desa Waode Angkalo mencapai 69,5 hektare.








