Ia menegaskan bahwa ketegasan Presiden dalam melakukan evaluasi menunjukkan komitmen pemerintah terhadap akuntabilitas Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan pelajar di seluruh Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi pesan bahwa setiap pejabat publik harus siap dievaluasi demi kepentingan masyarakat.
“Dengan adanya nakhoda baru, kita optimistis tata kelola dan penyaluran bantuan gizi di lapangan akan jauh lebih rapi, transparan dan tepat sasaran,” katanya.
Afirudin juga memandang pergantian kepemimpinan di BGN sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut. Ia menilai BGN harus diisi oleh figur-figur yang memiliki integritas, kapasitas dan kesiapan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Presiden telah menunjukkan bahwa tidak ada pejabat yang kebal evaluasi. Tindakan ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan membuktikan bahwa negara benar-benar hadir secara bertanggung jawab,” tegasnya.








