“Kami berharap ke depan ada perbaikan serius, terutama dalam penanganan kondisi darurat. Jangan sampai pasien harus menunggu lama tanpa kepastian tindakan,” tambah keluarga pasien.
Sesampainya di RSUD Buton Utara, bayi langsung mendapatkan penanganan intensif. Tim medis rumah sakit dinilai sigap dan responsif dalam menangani kondisi pasien, termasuk upaya pemasangan infus yang meski sulit, tetap dilakukan secara maksimal.
Bayi tersebut akhirnya menjalani perawatan inap selama empat hari dan kini telah dinyatakan sehat serta diperbolehkan pulang.
Peristiwa ini menjadi perhatian penting bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam aspek tanggap darurat di fasilitas layanan tingkat pertama seperti puskesmas, agar keselamatan pasien dapat lebih terjamin.








