βKami sudah sangat panik karena kondisi bayi semakin lemah, tapi diminta menunggu. Padahal ini kondisi darurat,β ungkap keluarga pasien seperti dikutip dalam status Facebook @Rusni “πππ«πππ¬ ππͺππͺπ§ ππͺπ¨π ππ¨π’ππ¨ π½π€π£πππͺπ£πͺ π¨ππ’π₯ππ π π ππππΏ π½πͺπ©π€π£ ππ©ππ§π…!!!”.
Situasi semakin membuat cemas ketika diketahui dokter baru akan datang sekitar pukul 09.00 WITA. Sementara tenaga medis lain disebut sedang menjalankan tugas imunisasi di wilayah lain yang harus ditempuh dengan penyeberangan laut.
Setelah dokter tiba, upaya pemasangan infus kembali dilakukan, namun tetap belum berhasil. Pihak puskesmas akhirnya memutuskan untuk merujuk pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Utara.
Kekecewaan keluarga memuncak karena sejak kedatangan pukul 00.00 hingga sekitar pukul 09.00 WITA, bayi belum mendapatkan penanganan optimal berupa pemasangan infus.
Tidak hanya itu, kendala lain juga muncul saat proses rujukan. Ambulans puskesmas dilaporkan tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan. Akibatnya, keluarga harus menggunakan kendaraan pribadi untuk membawa pasien ke rumah sakit.








