UTARAKLIK.COM – Di tengah kondisi anggaran daerah yang terbatas, beban cicilan Dana PEN, serta tuntutan efisiensi dari pemerintah pusat sudah saatnya para kepala dinas di era pemerintahan Afirudin–Rahman menunjukkan kinerja yang lebih progresif.
Masyarakat tentu berharap OPD tidak hanya bekerja sebatas rutinitas administrasi, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata untuk memperkuat keuangan daerah.
Kondisi APBD yang sempit tidak boleh dijadikan alasan untuk stagnasi pembangunan. Justru dalam situasi seperti inilah kapasitas dan kreativitas para kadis diuji.
Setiap OPD harus mampu melihat potensi sektor masing-masing untuk menggenjot PAD (Pendapatan Asli Daerah), baik dari sektor perikanan, perdagangan, pasar, retribusi jasa, pengelolaan aset, hingga sektor pariwisata dan pelayanan publik.
Jika PAD tidak didorong secara serius, maka daerah akan terus bergantung pada dana transfer pusat dan ruang pembangunan akan semakin terbatas.
Karena itu, para kadis harus keluar dari pola kerja lama yang hanya menunggu anggaran tersedia, lalu menjalankan program seadanya.






Comment