“Peringatan Maulid hendaknya tidak berhenti pada kegiatan membaca sejarah dan bershalawat, tetapi kita harus mampu mewujudkan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Afirudin.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus diiringi dengan penguatan karakter, moral, spiritual serta kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, masyarakat Buton Utara diajak bersama-sama membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama, budaya, persaudaraan, gotong royong dan kepedulian sosial.
Iapun turut mengajak masyarakat untuk menumbuhkan sikap jujur, amanah, disiplin, saling menghormati dan saling membantu, serta menjaga persatuan dan kesatuan.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik,” sebutnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung At-Taqwa tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menjadi pengingat bagi aparatur pemerintah dan masyarakat Buton Utara agar menjadikan akhlakul karimah sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan daerah. (Am)








