Ia mengungkapkan, selama ini petani di Desa Tri Wacu Wacu umumnya hanya dapat melakukan panen satu kali dalam setahun karena keterbatasan pasokan air.
Saat ini kata dia, desa tersebut memiliki dua unit JIAT yang mampu melayani sekitar 20 hektare lahan sawah, sementara total Lahan Baku Sawah (LBS) mencapai 90 hektare.
Karena itu, para petani berharap pemerintah dapat menambah lima unit JIAT agar seluruh lahan sawah dapat terlayani dan intensitas tanam dapat ditingkatkan.
“Semoga pemerintah dapat menambah lima unit JIAT lagi sehingga seluruh lahan sawah yang ada bisa mendapatkan layanan irigasi secara optimal,” harapnya.
Panen raya tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Utara, Muh. Martin Natsir, SP., MMA. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian petani Tri Wacu Wacu yang dinilai menjadi bukti keberhasilan program Luas Tambah Tanam pada MT I Tahun 2026.
“Dengan adanya dukungan dua unit Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Tri Wacu Wacu, ke depan kita dapat memperluas areal tanam sehingga produksi padi sawah akan terus meningkat,” kata Martin.








