Namun, di tengah capaian positif tersebut, Iin Jhoni menyayangkan adanya tindakan beberapa oknum yang diduga sengaja membangun narasi negatif terhadap kinerja pemerintah.
Upaya yang menjurus pada pembusukan citra daerah ini dinilai sebagai tindakan kontraproduktif yang merugikan daerah.
“Sangat disayangkan jika ada oknum yang sengaja melakukan upaya pembusukan terhadap daerah ini. Ini adalah tindakan konyol. Di saat pemerintah fokus memberdayakan putra daerah, upaya destruktif tersebut justru merugikan kepentingan masyarakat Buton Utara secara luas,” sebutnya.
Penempatan putra daerah sebagai nakhoda di berbagai instansi pemerintah diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan. Dengan pemahaman mendalam terhadap karakteristik wilayah dan kearifan lokal, para pejabat yang dilantik diyakini memiliki loyalitas tinggi dan kemampuan kerja yang lebih maksimal.
“Langkah ini juga menjadi angin segar serta motivasi bagi seluruh ASN di Butur. Di bawah kepemimpinan Afirudin – Rahman, jenjang karier kini terbuka lebar berdasarkan prestasi dan pengabdian tanpa adanya diskriminasi”, terangnya.








