Namun, dalam proses perawatan, kondisi bayi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Demam masih berlangsung dan disertai keluhan perut kembung. Atas dasar itu, tim medis menyarankan tindakan lanjutan berupa pemasangan infus.
“Upaya pemasangan infus telah dilakukan beberapa kali, namun mengalami kendala karena pembuluh darah bayi yang sulit dan kondisi pasien yang terus bergerak,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, dokter yang menangani kemudian merekomendasikan agar pasien dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan yang lebih lengkap, termasuk pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti demam.
“Dokter terus memberikan edukasi bahwa rujukan diperlukan, terutama untuk pemeriksaan lanjutan seperti cek darah guna mengetahui penyebab demam,” katanya.
Meski demikian, pihak keluarga pasien sempat menolak rujukan dan meminta agar penanganan tetap dilakukan di puskesmas, termasuk kembali mencoba pemasangan infus. Tenaga medis pun terus melakukan komunikasi dan memberikan pemahaman terkait kondisi pasien.








