Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penataan sumber daya manusia yang berbasis data dan kebutuhan daerah agar lulusan penerima beasiswa tidak kehilangan arah pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan.
“Saya datang ke sini karena saya ingin tahu apa programnya dan apa hasilnya ke depan. Jangan sampai pendidikan hanya sekadar menjalankan program, tetapi tidak mencapai sasaran dan tujuan,” ujar Gubernur.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan melakukan penataan dan pendataan ulang terhadap SDM penerima beasiswa agar kemampuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Kita ingin mengakhiri ketidakpastian itu. Orang-orang yang mempunyai kemampuan harus ditempatkan sesuai bidangnya,” ujarnya
Menurut Gubernur, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, terdidik, dan memiliki kemampuan bersaing.
“Sumber daya manusia itu yang paling utama ketimbang sumber daya alam. Apa artinya sumber daya alam kalau tidak mampu kita kelola,” katanya.








