Sementara di wilayah Teluk Bone, potensi gelombang tinggi diperkirakan terjadi di perairan barat Kolaka Utara, Kolaka, hingga Kabaena.
BMKG juga mencatat kecepatan angin tertinggi diprediksi mencapai 25 knot atau sekitar 6 skala Beaufort, khususnya di wilayah Perairan Wakatobi bagian timur dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan kapal berukuran kecil.
BMKG mengingatkan perahu nelayan berisiko tinggi apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara kapal tongkang dinilai berisiko apabila angin melebihi 16 knot dan tinggi gelombang mencapai lebih dari 1,5 meter.
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis prakirawan BMKG, I Made Wahyu Gana Putra, dalam laporan tersebut.
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas pelayaran.








